Jumat, 30 November 2018

Judul buku

1. MERANGKAI CITA DI SCOUTNEMA
2. SCOUTNEMA dan Kalimat-kalimat yang Belum Selesai
3. (Kisah Ini Sengaja Tidak Saya Beri Judul)
4. Penghianatan dalam organisasi
5. LANGKAH
6. Nostalgia
7. Catatan Pendek untuk Cerita yang Panjang
8. A Gift of God
9. Smanema, Scoutnema dan Cita-cita
10. RASAKU
11. Lingkaran Persaudaraan
12. Kisah kasihku di Scoutnema
13. Seorang Pramuka Penegak yang Tidak Terlalu Tegak
14. “Dua Jalan”
15. Ceritaku
16. *Rek ..Pulanglah !! sebagai apapun dirimu.*
17. Paksaan (sebuah perjalanan menentukan pilihan)

Rabu, 16 Mei 2018

Membina Pramuka Penegak

Pramuka penegak adalah kader - kader pembina yang mempunyai tugas untuk membangun Indonesia. Sehingga seorang pembina pramuka penegak akan memiliki tugas yang lebih berat.

Membina pramuka penegak tentu berbeda dengan penggalang. Penegak sudah harus mandiri karena sudah dipersiapkan untuk menjadi kader pembina. Oleh karena itu, jangan sampai mengulang metode latihan penggalang.

Materi latihan pramuka penegak dan penggalang memang tidak jauh berbeda. Yang membedakannya ialah jika pramuka penggalang hanya mempelajari dasarnya sedangkan penegak lebih mendalam.

Namun masih banyak pembina yang memberikan materi kepada penegak secara mendasar saja.
Kebiasaan memberikan materi kepada penegak dengan mengulang materi penggalang sehingga terkesan monoton.

Seharusnya ini tidaklah boleh terjadi dalam membina penegak.

Cara menyampaikan kepada pramuka penggalang dan penegak tentu akan berbeda. Misalnya saja dalam menyampaikan tentang materi Tekpram (SMS, Semaphore, Tali temali/Pionerring, Kompas, dll), Kepada penggalang mungkin bisa saja hanya menyampaikan dasar - dasar teori dan praktek penyajiannya saja. Tapi jika untuk penegak harus lebih dari teori dasarnya dan prakteknya saja. Penegak harus bisa memahami akan kebutuhan dan manfaat dari Tekpram tsb dalam kehidupan sehari - hari dan untuk bisa ikut serta membangun Masyarakat.

Jangan selalu pembina yang menyampaikan

Pramuka penegak harus bisa melakukan latihan dari, oleh, dan untuk penegak. Hal ini karena usia penegak sudah bisa mandiri. Penegak tidak lagi harus menerima materi kepramukaan dari pembina. Pembina tidak perlu menjelaskan seperti halnya saat melatih penggalang.

Apabila pembina yang selalu menyampaikan materi, ini akan membuat penegak merasa bosan dan tidak mandiri. Cobalah untuk memberikan tugas yang berbeda kepada penegak. Untuk menyampaikan materi kepramukaan yang berbeda setiap kali latihan.

Sehingga akan tumbuh jiwa kepemimpinan dari penegak itu sendiri. Dengan diberikannya tugas untuk menyiapkan materi kepada penegak. Membuat penegak selalu mencari dan mempelajari materi yang akan disampaikan kepada penegak yang lain.

Penegak yang sudah diberi tugas oleh pembina harus bisa pula menyampaikan materi kepramukaan kepada penegak yang lain. Tidak hanya menyampaikan, tapi harus bisa pula menciptakan diskusi antar anggota penegak.

Tujuannya agar penegak lebih aktif dalam menyampaikan pendapatnya dan akan lebih mudah pula untuk memahami tentang kepramukaan. Sehingga latihan pun tidak akan terkesan monoton.

Pembina penegak tidak harus selalu ikut terjun dalam membina dan mengikuti latihan rutin. Seorang pembina justru harus membiarkan penegak aktif sendiri agar menjadi mandiri dan terbiasa untuk memimpin. Meskipun dibebaskan, pembina harus tetap mengontrol dan memantau sudah sejauh mana perkembangan yang dicapai anggotanya. Tegur jika melakukan hal yang salah dan jangan sampai dibiarkan begitu saja.

Minggu, 15 April 2018

MENGENANG BAPAK PRAMUKA INDONESIA Oleh: Adhyaksa Dault, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

HARI ini 12 April, tepat 106 tahun lalu beliau lahir. Ratusan orang tadi malam berkumpul di Pagelaran Keraton Yogyakarta menyebut nama dan mengenang pengabdiannya.

Ia adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, kami di Gerakan Pramuka biasa memanggilnya Kak Sultan. Perjuangannya diakui sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia, sehingga pantas ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan Bapak Bangsa Indonesia. Di dunia ini, banyak orang berharap uang, pamrih dari jabatan, namun tidak dengan Kak Sultan.

Di awal kemerdekaan misalnya, Kak Sultan menyumbang 6,5 juta Gulden untuk membiayai kebutuhan pemerintah Indonesia di masa-masa yang teramat sulit. “Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi, silahkan lanjutkan pemerintahan ini di Jakarta,” ucap Kak Sultan ketika menyerahkan uang tersebut. Hal ini membuat Presiden Soekarno tak sanggup menahan air matanya.

Berdiri dan hidupnya Gerakan Pramuka di 34 Provinsi, 514 Kota/Kab, hingga seluruh kecamatan, kelurahan dan sekolah-sekolah di Indonesia, bahkan di luar negeri hari ini tidak terlepas dari peran Kak Sultan. Sebelum organisasi ini berdiri misalnya, Kak Sultan menjadi Panitia yang merumuskan AD/ART dan Pembentukan Gerakan.

Setelah diamanahi sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno pada 1961, Kak Sultan langsung bekerja. Kak Sultan mengimbau agar setiap Provinsi membentuk Kwartir Daerah. Imbauan ini disambut baik oleh seluruh Provinsi. Perlahan namun pasti Gerakan Pramuka menjadi pilihan utama pembentukan karakter generasi muda di berbagai daerah, dengan ciri khas kegiatan luar ruangannya yang membahagiakan anak-anak Indonesia.

Geliat Gerakan Pramuka juga tampak di luar negeri berkat jasanya. Surat Kak Sultan kepada Komisaris Eksekutif World Scout Conference Mr. GR. Padolina mendapat respon positif. Ia merespon dengan mengunjungi kantor Kwarnas pada 17 Oktober 1967. Pada hari itu juga, dilangsungkan upacara pengibaran tiga bendera, yakni bendera WOSM, Gerakan Pramuka, dan merah putih. Ini menjadi simbol mulai saat itu Gerakan Pramuka terlibat aktif di setiap kegiatan organisasi kepanduan se-dunia.

Dalam berbagai forum dalam kancah internasional, Gerakan Pramuka aktif tampil memberikan ide-ide segar. Kak Sultan menyampaikan Renewing of Scouting pada 23rd World Scout Conference di Tokyo tahun 1971. Prasaran tersebut diapresiasi organisasi kepanduan dunia, UNICEF, FAO, dan lain-lain.

Kak Sultan sosok yang ikhlas mengabdi di Gerakan Pramuka. Ia juga rela mengeluarkan banyak materi untuk kemajuan Gerakan Pramuka. Saat menjabat sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Sultan juga pernah menyerahkan satu unit mobil sedan Holden Statesman miliknya. “Silahkan dilelang mobil ini, dan hasilnya masukkan ke kas panitia,” ujar Kak Sultan kepada panitia penggalangan dana Gerakan Pramuka pada 1974.

Pantas, Kak Sultan banyak diberikan penghargaan oleh berbagai lembaga, baik dalam negeri maupun luar negeri. Boy Scouts of America pada 1973, misalnya, memberikannya penghargaan Silver World Award. World Scout Berau pada 1974 memberikannya penghargaan tertinggi yaitu Bronze Wolf Award. Di Munas Gerakan Pramuka tahun 1988 di Dilli, Timor-Timor (kini Timor Leste), Kak Sultan mendapatkan penghargaan tertinggi di Gerakan Pramuka berupa Lencana Tunas Kencana. Ia juga mendapatkan gelar Bapak Pramuka Indonesia.

Zaman telah berubah, namun syarat kemajuan organisasi tetap tidak bisa berubah sampai kapanpun, yaitu keikhlasan pemimpinnya. Keikhlasan tersebut telah ditanamkan oleh Kak Sultan sejak berdirinya Gerakan Pramuka.

Hari ini kita dapat menyaksikan di seluruh wilayah NKRI, ratusan ribu bahkan jutaan Pramuka dengan ikhlas turun ke jalan sebelum dan sesudah lebaran dengan tujuan: melancarkan mudik, membantu pemerintah, membahagiakan masyarakat, di stasiun kereta api, bandar udara, terminal bis, pelabuhan, di jalan raya, di pasar-pasar, dan lain-lain.

Pramuka adalah relawan-relawan tangguh yang selalu hadir saat hari-hari besar keagamaan, kebakaran hutan, kecelakaan, dan bencana alam di Indonesia. Lima tahun terakhir ini, bahkan Pramuka ikut membantu bencana alam dan masalah kemanusiaan di Myanmar, Nepal, Somalia, Sudan, Sudan Selatan, Kenya, Ethiopia, Afrika Tengah Uganda, Kongo, Angola, Nigeria hingga Suriah dan Palestina.

Ada ratusan ribu Pramuka yang saat teman-teman seusianya merayakan malam pergantian tahun, namun Pramuka justru sibuk di jalan melawan debu demi lancarnya lalu lintas. Pramuka dan keikhlasan adalah dua kata yang sampai kapanpun tidak bisa dipisahkan.

Di usia Gerakan Pramuka yang ke-57 pada 14 Agustus tahun ini, tantangannya semakin beragam. Generasi hari ini perlu visi kuat serta akhlak yang baik. Salah satu metode paling efektif dalam pendidikan budi pekerti adalah dengan menyampaikan fakta-fakta keteladanan dan keikhlasan. Fakta-fakta tersebut ada dalam rekam jejak Kak Sultan, Bapak Pramuka Indonesia, Bapak Bangsa Indonesia. Salam Pramuka.

Senin, 09 April 2018

Berkualitaslah Pembina Gudep

Kehebatan gugusdepan bukan terletak pada bagus tidaknya fasilitas yang ada, tetapi lebih didukung oleh kehebatan pembinanya. Jika pembina gudep itu kuat dasar kepramukaannya, pandai merencanakan program binaan, inovasi dalam menerapkan kepembinaan, dan tepat dalam mengevaluasi program, tentu gudep yang dibinanya akan membuahkan hasil pendidikan kepramukaan yang hebat.

Gudep yang baik bukan tujuan. Gudep yang baik hanyalah sarana untuk mencapai tujuan. Untuk menjadi gudep yang baik diperlukan pembina yang baik pula. Gudep yang baik tentu akan menyamankan peserta didik dalam berkegiatan.

Pembina yang berkualitas itu ya pembina yang baik. Dia yidak pilih kasih karena semua peserta didik sama di hadapannya. Semua peserta didik berhak untuk mendapatkan penghargaan TKU manakala sudah menempuh SKU. Standar SKU selalu disesuaikannya dengan kondisi dan kemampuan peserta didiknya. Pembina berkualitas tidak pelit TKU dan juga tidak murahan dalam pemberian TKU maupun TKK.

Pembina berkualitas selalu ditandai oleh (1) mau belajar terus menerus karena perkembangan ilmu tidak ada habisnya, (2) terbuka atas kritik dan saran dari peserta didik dan sesama pembina, (3) fokus dalam membina, (4) selalu menarik dan menantang dalam membina, dan (5) senantiasa mengevaluasi diri untuk kemajuan berikutnya.

Sekali membina tetaplah membina dengan tanggung jawab yang maksimal. Kebahagiaannya terletak pada rasa senang adik didiknya saat berlatih. Dia senantiasa berpikir positif agar peserta didiknya juga brrpikir positif. #pusdiklatnas #kakyatno

Rabu, 04 April 2018

Kejayaan Pramuka

Puncak kejayaan masih jauh
Banyak rintangan yang harus ditempuh
Jalan yang terjal kan buatmu jatuh
Bangunlah taklukan dan tetap tangguh

Majulah dan terus maju
Dengan kompas kecilmu
Ialah buku yang terus menemanimu

Singkapkan rahasia rahasia dunia
Dengan membaca oh pramuka
Tabah, tangguh, terampil tribuana tungga dewi
B'ri kejayaan pramuka penegak indonesia

Selasa, 03 April 2018

PRAMUKA ITU YA PASTI SANTUN

Jika Trisatya dan Dasadarma diterapkan dalam perilaku sehari-hari secara tulus dan tetap, tentu kesantunan diri seorang pramuka akan menjadi kenyataan. Itulah pramuka sejati yang senantiasa bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,  bersikap manusiawi terhadap sesama, dan cinta lingkungan. Dampaknya, masyarakat akan damai karena berpeduli sesama dan bertoleransi tinggi. Dengan begitu, Indonesia akan menjadi bangsa dan negara yang beradab karena warganya penuh kesantunan.

Tugas pembina menjadi sebuah keharusan dalam menerapkan dan membiasakan berperilaku Trisatya dan Dasadarma. Pendidikan kepramukaan yang demikian itu merupakan investasi masa depan. Manusia yang beradab adalah idaman pendidikan kepramukaan. Pembina harus tekun menerapkan Trisatya dan Dasadarma. Dia tulus bersama adik didiknya dalam menjalani satya dan darma.

Saat ini, banyak orang yang saling tuding, gemar mencela, menuduh tanpa bukti, mencerca, mengejek, menghujat, dan menyerang orang lain tanpa ampun. Mereka suka dengan perundungan (bulying). Seakan, manusia lain tidak ada harganya dibandingkan dengan diri yang mencela. Itulah tantangan para pembina untuk mengajak adiknya bersikap santun.

Kepramukaan tidak mengajari perundungan. Kepramukaan menolak hifup dengan penuh tudingan, celaan, hinaan, atau yang lainnya. Kepramukaan mengajarkan diri untuk satya dan darma pramuka. Untuk itu, pembina dan pelatih harus menjaga rel kepramukaan dalam kondisi apapun.

Adik pramuka itu manusia mssa depan yang harus dijaga sikap kepramukaannya. Pembina dan pelatih harus tangguh menjaganya. Yakinlah bahwa kelak akan muncul kehidupan yang beradab dalam bangsa dan negara Indonesia. Syaratnya, kapan pun, di mana pun, sosok pramuka senantiasa santun. Pramuka itu ya pasti santun. Selamat membina. #pusdiklatnas. #kakyatno

Minggu, 01 April 2018

KEUNTUNGAN BERKEMAH BAGI TUBUH

Apa untungnya berkemah? Banyak orang yang bertanya tentang untungnya berkemah. Mereka berpikiran negatif bahwa berkemah itu hanya pindah tidur dan menyengsarakan diri. Berkemah itu membuang-buang waktu. Bukan. Itu pernyataan menyimpang.

Berkemah justru menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut keuntungan berkemah itu.
1. Otak Terbuka
Otak kita akan semakin terbuka akan hal baru dan sesuatu yang sebelumnya belum diketahui. Otak akan terlatih dengan kondisi yang tidak seperti biasanya.
2. Oksigen Melimpah
Saat berkemah di hutan atau lembah, kita akan mendapatkan pasokan oksigen yang bersih dan melimpah. Oksigen itu akan mengembalikan kebugaran diri.
3. Jiwa Sosial Meningkat
Dengan berkemah bersama, jiwa sosial meningkat tajam karena saling membutuhkan dan berbagi kepada sesama. Kepedulian meningkat sehingga mempertajam kecerdasan sosial kita.
4. Uji Kemandirian Terpenuhi
Kemandirian diri teruji secara nyata dengan praktik ke kamar mandi sambil membawa perlengkapan mandi, antre, berjalan jauh untuk mengambil air, melipat alas tidur, dan seterusnya.
5. Spritual Meningkat
Kita semakin yakin akan kebesaran Tuhan. Alam begitu indah dan bermacam jenis. Alam itu unik. Ibadah dalam suasana keheningan alam. Spiritual meningkat karena memperlancar refleksi diri.

Berkemah dalam kepramukaan merupakan alat untuk mencapai tujuan. Perkemahan itu memadukan unsur metode kepramukaan, yakni pemaduan alam terbuka, belajar sambil melakukan, menarik dan menantang, berkelompok, dan seterusnya. Oleh karena itu, berkemah sangat menguntungkan bagi pelaksanaan pendidikan kepramukaan. Selamat berlatih. #pusdiklatnas

Kamis, 29 Maret 2018

Inovasi atau Berhenti


Jangan-jangan peserta didik ikut berlatih kepramukaan karena terpaksa akibat ketakutan pada aturan sekolah atau gudep. Jangan-jangan mereka tidak menyukai pembinanya. Mereka menggunakan kepura-puraan untuk menyamankan situasi. Bisa jadi, merreka menganggap pembinanya statis, menjenuhkan, menakutkan, kuno, dan membuat situasi hambar. Jangan-jangan memang seperti itu. Kadang pembina tidak sadar akan kondisi seperti itu.

Marilah kita tengok bidang lain. Kodak tidak sadar jika orang sudah tidak perlu cetak foto lagi. Akhirnya Kodak terjungkal. Nokia tidak peduli dengan Google (pada waktu masih embrio) karena merasa sudah besar. Akibatnya Nokia berada pada penyesalan. Banyak lagi yang lain.

Banyak pula pembina yang ditinggalkan peserta didiknya akibat berpikiran statis dan melihat kebesaran dirinya saat yang lalu.

Agar pembina tidak terjatuh tentu diperlukan keberanian melangkah ke hal yang kekinian. Syarat kekinian adalah inovasi membina. Inovasi membina ditandai oleh 5M. Menciptakan. Menggantikan. Menyederhanakan. Menggabungkan. Miningkatkan. Itulah resep buat pembina agar disukai peserta didiknya. Yang penting pembina tidak keluar dari prinsip dasar kepramukaan dan fundamental kepramukaan.

Banyak yang mengatakan bahwa berinovasi itu sangat susah. Padahal tidak susah berinovasi itu. Cukup keberanian mencoba. Sadar diri atas perubahan. Berkomunikasilah dengan sesama. Beranilah berbuat demi peserta didik. Selamat membina #pusdiklatnas

Kamis, 08 Februari 2018

Ini Biografi singkat P. Diponegoro hafizallah


-------
Duka Sang DIPA Sedalam Cintanya pada NEGARA
_______________
@salimafillah

(dimuat dalam buku 'DUKA SEDALAM CINTA', Kumpulan Puisi Helvy Tiana Rosa)

kau lahir disambut firasat kakek buyutmu yang pejuang
duhai jabang, kau akan menghadiahkan kerusakan pada kuasa rambut-rambut pirang
dua kali lipat dari sembilan tahunku berperang...

maka nenek buyutmu, sang nusaibah dari bima merengkuhmu ke lengannya yang terampil
merentang gandewa dia timang engkau dengan doa
dia senandungkan untukmu ayat jihadnya
dia dendangkan tembang kepahlawanan wangsa mataram
dari sultan agung hingga mangkubumi yang didampinginya gerilya
kala hamil hingga melahirkan kakekmu di lereng sindara...

mujahidah shalihah ratu ageng membawamu ke tegalreja
keluar dari kasak-kusuk hiruk-pikuk berebut busuk
menghindar dari mewah-megah foya andrawina
menjauh dari keraton yang berubah di bawah sultan kedua
lalu bertani dan mengaji bersama rakyat dan santri...

o, bagaimana dukamu menyaksikan eyang sultan dan ayahmu putra mahkota diadu domba
o, bagaimana cintamu pada keduanya telah melipatkan sungkawa
o, bagaimana nestapa kau saksikan daendels mengacak tata dan mengacau nayaka
o, bagaimana pedih perih melihat yogyakarta bedah
sementara gillespie dan laskar bengali menjarah
di bawah arahan raffles yang berkacak pongah
juga khianat tan jing sing yang menuba darah...

selarong, gua hira tanah jawa
kahfi sriti, jabal tsurnya nusantara
hutan-hutan yang sunyi dan singup telah kausemarakkan sejak tegalreja dibakar
dengan berdirimu di malam, sujudmu yang dalam
lalu kyai maja membacakan ikrar bai'at bersama berribu 'ulama dan santri-santri taat
bersetia membangun luhurnya Islam dengan jihad...

kau ingkang sinuhun kangjeng sultan abdul hamid...
kau herucakra kabirul mukminin khalifatu rasulillah...
kau sayidin ratu paneteg panatagama...

dukamu cintamu menyatu meledak bersama kepul debu kyai gentayu
ketika tali kekang kau ikat ke pinggang bersama turkiya arkiya bulkiya kudamu menerjang
dan jubah putih yang menzamrudkan surban hijau mengafani dua ratus ribu nyawa...

bangkrutlah batavia, tewas lima belas ribu serdadunya, amsterdam dicekau galau, dan tanpa kautahu belgiapun merdeka...

dukamu cintamu menyatu meledak bersama kepul debu kyai gentayu
bahkan ketika kepungan musuh kian rapat
medan yang membentang dari banyumas hingga malang dengan 200 benteng disekat-sekat
dan para senapati pahlawanmu satu-persatu gugur atau layu
kau masih seberangi praga dan bagawanta
berkelana dalam kejaran sepuluh kesatuan raksasa
dicekik malaria hanya ditemani dua panakawan setia
mengunyah akar-akaran dan menjolok buah masam...

duhai hijrah, apa yang dulu kautinggalkan untuk memilih jalan ini
sebuah puri dengan ratusan pelayan dan 70 pekatik pengurus kuda-kuda
taman dan perbendaharaan juga tanah jabatan dengan kawula setia mencinta
sawah-sawah yang menghasilkan ribuan pikul beras sekali panen
kereta mandrajuwala yang membuat semua pangeran lain melirik cemburu
dan tentu, takhta yang berulangkali ditawarkan ayahmu...

duhai pangeran dengan duka sedalam cinta
tahukah kau kala para durjana merancang tipu daya nista
sementara kau memasrahkan diri pada takdir
telah lima tahun dan jangan lagi ada darah mengalir
sebab kau tata ulang niat dalam goda yang hampir...

jenderal justa itu bisa saja kaubunuh, tapi kemuliaan sebagai mukmin mencegahmu rusuh...

jalanmu kian merentang setelah kereta tahanan berguncang antara magelang dan semarang
empat puluh hari dari batavia kau arungi lautan sepi
di manado, sunyi penjara membuat rambut jatuh terdengar nyaring
duhai siksaan, ketika hati merindu makkah, tapi seluruh jiwa dihempas ke tanah
dan hati ditabiri dari ukhuwah seperjuangan serta kasih handai taulan...

di situ kautuliskan babadmu berhalaman seribu
di antara tembok berlumut dan lantai batu
jeruji berkarat dan debu-debu maka kian hari bagi penjajah
namamu hanya berarti satu kata, "bahaya" sudah
duka sedalam cintamu akhirnya dilarak ke ujung pandang
tempat kau ibadahi Rabbmu hingga sang yaqin datang...

inilah salam doa kami duhai jiwa yang tenang

kembalilah kepada Pencipta dalam ridha nan disayang
semoga Dia sambut engkau lembut bersiponggang
duhai dipa yang dulu berduka, di sini hanya ada cinta
masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, masuklah ke dalam surgaKu...

____________________
(Semarang, 162 tahun setelah berakhirnya Duka Sedalam Cinta Dipanegara)

https://www.instagram.com/p/BT2_zFdlRI0/

Senin, 15 Januari 2018

Selamat Mondok Nak....!

*UNTUK ANAKKU*

Demi Allah, bukan Kami benci hingga membuangmu jauh ke pesantren. Bukan kami tak cinta wahai anak kesayanganku. Kami bahagia melihat tangismu hari ini saat kami tinggal pulang. Kelak suatu saat kau kan merindukan tangis perpisahan itu.

Selamat berjuang, Nak !
Nanti juga kau kan paham mengapa kami titipkan engkau di pesantren. Maafkan kami tidak bisa seperti orang tua lain. Memberimu segudang fasilitas dan kemewahan. Maafkan kami hanya bisa memberikanmu fasilitas akhirat.

Jadilah pembela Bapak dan Ibu di hari pengadilan Alloh kelak. Dengan menjadi santri  kami harap engkaulah yang mengimami sholat jenazah kami nanti, menggotong keranda kami, memandikan diri kami, membungkus kain kafan kami, mengadzani kami di kubur tuk terakhir kali. Tak perlu kami memanggil ustadz-ustadz untuk mendoakan. Untuk apa ?

Bukankah nanti saat kami berbaring di ruang tengah dengan kaku. Ada  anak2ku  di samping kepalaku. Ada lantunan _Tabarok_ adikmu disamping badan kami. Itulah hari terbahagia kami nanti menjadi orang tua, Nak.  Jenazah kami teriring do'a anak-anak kami sendiri.

Bukankah junjungan kita Baginda Nabi  pernah berkata, saat kita semua mati semua amal akan terputus kecuali tiga perkara. Do'amu lah salah satunya.

_Laa takhof wa laa tahzan_, Nak.
Di pesantren  sangat mengasyikkan. Temanmu teramat banyak seperti keluarga sendiri. Pengalamanmu akan luas. Jiwamu kan tegar. Kesabaranmu kan gigih. Kami hanya ingin kau bisa mendoakan kami sepanjang waktumu. Menyayangi kami dihari tua kami nanti. Selayaknya kami sayangi engkau dihari kecilmu. Kami tak ingin nanti ketika jenazah kami belum dikuburkan. Namun kau dan adikmu sudah menghitung-hitung harta, hingga permusuhanpun terjadi.

Selamat berjuang , Nak ! Dengarkan ustadz dan semua gurumu, muliakan mereka. Seperti kau muliakan Bapak Ibumu. Beliau-beliau adalah pengganti Bapak Ibumu di rumah.

Selamat berproses, Nak ! Berbahagialah , Nak ! Tersenyumlah, Nak ! Kelak kau kan paham maksud Kami....

banyak pelajaran kehidupan yang hanya diperoleh di pesantren dan tidak  ada di jalur sekolah formal.

Ingat :
*MONDOK itu KEREN*

dan *lebih keren lagi, orang tua yang mengirimkan anaknya ke pondok*

Rabu, 03 Januari 2018

Semar

157665. Input 164885. Tone 1230

Jumat, 17 November 2017

Kumpulan soal PUPK Pramuka" Selamat membaca Dan Selamat belajar. #salam_pramuka

Kumpulan soal PUPK Pramuka"
Selamat membaca Dan Selamat belajar.
#salam_pramuka
1. Apa sebutan pramuka di singapura ( the Singapore scout association)
2. Apa sebutan pramuka di Malaysia ( persekutuan pengakap Malaysia )
3. Apa sebutan pramuka di Filipina ( Kapatiran scouting Filipinas)
4. Apa sebutan pramuka Di India ( the bharat scout and guides )
5. Apa sebutan pramuka Di amerika ( boy scout of America )
6. Pramuka memiliki 3 sifat yaitu ( nasional,internasional,universal )
7. Didalam try satya ada enam kewajiban ( terhadap tuhan,Negara kesatuan,pancasila,sesama hidup,masyarakat,dasa dharma)
8. Siapa bapak pandu sedunia ( sir Robert Stephenson smyth baden powellof gilwell )
9. Lulusan manakah baden powell ( charterhouse school )
10. Pangakat terakhir boden powell di kemiliteran ( letnan jendral )
11. Kapan b p dilahirkan ( 22 februari 1857 )
12. Dimakah bp dilahirkan ( London inggris )
13. Siapakah yang memberi gelar kebangsawanan sir ( raja george v )
14. Siapakah ayah bp ( prof. domine baden poiwell )
15. Apa pekerjaan ayah bp ( guru besar geometri di univ.oxford )
16. Siapakah nama ibu bp ( henrieta grace smyth )
17. Siapakah nama ayah dari ibu bp ( William t smyth )
18. Siapakah nama saudara bp (warrington,george,augustus,frank,penrose,agnes,Henrietta,Jessie,dan baden fletcher)
19. Tanggal berapakah ayah bp meninggal ( 11 juni 1860 )
20. Apa julukan bp semasa sekolah di charterhouse ( bathing towel)
21. Siapakah yang membantu bp masuk kemiliteran ( pamannya kol.henry smyth)
22. Apa pangkat paman bp saat bp masuk militer ( komandan royal military academy di woolwich )
23. Dinegara manakah bp pertama kali ditempatkan setelah lulus di militer ( India )
24. Apa pengkat bp saat tugas di India ( pembantu letnan )
25. Siapa sahabat dekat bp ( Kenneth mc laren)
26. Apa julukan bp yang diberikan oleh bangsa zulu ( impeesa )
27. Buku apa yang ditulis oleh bp yang menjadi masterpiece ( scouting for boys )
28. Siapakah istri bp ( olave st .clair soames )
29. Siapakah nama anak dari bp ( peter ,heather, betty )
30. Pada tanggal berpakah bp dianugrahi gelar lord ( 6 agustus 1920)
31. Pada tanggal berapakah bp mengunjugi Bataviasekarang jakarta ( 3 desember 1934 )
32. Pada tanggal berapakah buku scouting for boys diterbitkan ( 15 januari 1908 )
33. Dimanakah bp meninggal ( nyeri , Kenya )
34. Tanggal berpakah bp meninggal ( 8 januari 1941 )
35. Siapa yang membantu bp dalam mendirikan kepanduan untuk puteri ( Agnes baden powell)
36. Apa judul buku yang ditulis bp untuk meningkatkan kualitas para penegak ( rovering to success )
37. Siapakah yang memberi tanah untuk dijadikan taman tempat bermain dan berlatih ( William f debois mc.laren )
38. Apa nama taman yang bp buat ( gilwell park )
39. Patung apakah yang sering dinaiki para pandu untuk bermain di gilwell park ( patung singa )
40. Dimanakah kantor pusat biro kepanduan dunia ( jenewa , swiss )
41. Apa nama kepanduan saat masa hindia belanda ( NIPV)
42. Apa kepanjangan NIPV ( Nederland indische padvinders vereniging )
43. Peristiwa apakah yang menjiwai majunya gerakan pramuka ( sumpah pemuda )
44. Organisasi apa yang menjadi latar belakang gerakan pramuka ( boedi oetomo )
45. Kapan boedi oetomo didirikan ( 20 mei 1908 )
46. Kapan peristiwa sumpah pemuda ( 28 oktober 1928 )
47. Siapakah yang mencetuskan nama pandu atau kepanduan ( KH.agus salim)
48. Dikota manakah KH.agus salim mencetuskan nama kepanduan ( banjarnegara,banyumas,jateng )
49. Kepres no berapakah tentang gerakan pramuka ( no 238)
50. Siapa yang menadatangani kepres tersebut ( Ir. H juanda )
51. Apa judul lagu perang pandu yang sering dinyayikan suku zulu ( eengonyama )
52. Sebutkan tanda pengenal dalam pramuk ( Umum,satuan,jabatan,kecakapan,kehormatan )
53. TKK mempunyai 3 tingkatan ( purwa,madya,utama)
54. Pertemuan atau pesta untu pramuka siaga disebut ( pesta siaga)
55. Pertemuan untuk penggalang ( jambore,LT,dianpinru)
56. pertemuan untuk penegak ( raimuna,muspanitera )
57. pertemuan untuk pandega ( perkemahan wir karya )
58. siapa penemu morse ( Samuel finley breese morse )
59. apa kepanjangan dari pramuka ( praja muda karan )
60. tanggal berapa pramuka disahkan ( 20 mei 1961 )
61. kapan hari pramuka diperingati ( 14 agustus )
62. gerakan pramuka berlandaskan atas asas ( pancasila )
63. kode kehormatan gerakan pramuka adalah ( try satia dan dasa dharma )
64. motto gerakan pramuka adalah ( satyaku ku darmakan Darmaku ku baktikan )
65. lambang gerakan pramuka adalah ( tunas kelapa )
66. keppres presiden tentang panji gerakan pramuka adalah ( keppres no.448 )
67. kapan keppres tentang panji pramuka disahkan ( 14 agustus 1961 )
68. lagu gerakan pramuka adalah ( hymne pramuka )
69. apa kepanjangan dari wosm ( world organization of scout movement )
70. usia anggota siaga ( 7 – 10 tahun )
71. usia pengalang ( 11 – 15 tahun )
72. usia penegak ( 16 – 20 tahun )
73. usia pandega ( 21 – 25 tahun)
74. anggota muda yang belum menjadi anggota disebut ( anggota muda )
75. satuan karya dibina oleh ( pamong saka )
76. saka yang bergerak dalam bidang kesehatan ( bakti husada )
77. saka yang bergerak dalam bidang keluarga berencana ( kencana )
78. saka yang bergerak dalam bidang kehutanan ( wanabakti )
79. saka yang bergerak dalam bidang kelautan ( bahari )
80. saka yang bergerak dalam bidang Kedirgantaraan ( dirgantara )
81. saka yang bergerak dalam bidang kepolisian ( bhayangkara )
82. saka yang bergerak dalam bidang pertanian ( taruna bumi )
83. saka yang bergerak dalam angakatan darat ( wira kartika )
84. siapakah yang mengilhami temuan morse ( Dr.charrles jakson)
85. siapa penemu lambanag tunas kelapa ( sunarjo atmodipuro )
86. siapakah pencipta lagu hyme pramuka ( husein mutahar )
87. apa warna pakaian gerakan pramuka di Indonesia ( coklat tua dan coklat muda )
88. siapakah pramuka utama di Indonesia ( presiden RI )
89. Istilah siaga ditandai dengan peristiwa ( 20 mei 1908 kebangkitan nasional )
90. istilah penggalang ditandai dengan peristiwa ( sumpah pemuda 28 oktober 1928 )
91. istilah penegak ditandai dengan peristiwa ( hari proklamasi RI 17 agustus 1945 )
92. sebutkan urutan tingkatan dalam siaga ( mula,Bantu,tata )
93. sebutkan urutan tingkatan dalam penggalang ( ramu,rakit,terap )
94. sebutkan tingkatan dalam penegak ( bantara,laksana )
95. tercetusnya system among dalam praku adalah pemikiran dari (raden mas suwardi suryaningrat/ ki hajar dewantara )
96. pada tanggal berapakah ki hajar dewantara lahir ( 2 mei 1889 )
97. kapan ki hajar dewantara meninggal ( 28 april 1959 )
98. apa arti semboyan ing ngarso sung tulodo,ing madya mangun karso,tut wuri handayani ( di depan memberi teladan,didepan ikut membangun/ melaksanakan,dan dibelakang memberi dorongan/bantuan kea rah kemandirian)
99. sebutkan tanda pengenal dalam gerakan pramuka ( umum,satuan,jabatan,kecakapan,kehormatan )
100. aba aba dalam LKBB ada tiga perintah sebutkan ( gerak,aba-aba ditempat terbatas,aba-aba jalan )
101. bagaimana bunyi berita yang pertama kali dikirimkan oleh morse ( what had god wrought/apa apa saja yang telah tuhan berikan )
102. pada tanggal berapakah penemuan morse pertama kali di uji coba dan mengundang para pembesar pemerintahan ( 24 mei 1844 )
103. berapakah ukuran tongkat semaphore ( 50-55 cm )
104. berapakah ukuran bendera semaphore ( 45 X 45 cm )
105. pada tanggal berapakah lambang tunas kelapa disahkan ( 31 januari 1972)
106. sk kwarnas nomer berpakah tentang keputusan disahkannya lambing tunas kelapa ( 06/kn/72)
107. siapakah pencipta lambang garuda pancasila ( MR.Muh yamin)
108. berdasarkan tingkatannya TKK dibagi menjadi 3 sebutkan ( purwa,madya,utama )
109. Bapak Pandu Dunia Bernama( Lord Robert Boden Powell )
110. Nama kecil dari Bapak Pandu Dunia( Robert Stephenson Smith )
111. Bapak Pandu Dunia lahir di kota( London )
112. Kapan Bapak Pandu Dunia di lahirkan( 22 Februari 1857 )
113. Pramuka adalah singkatan dari( Praja Muda Karana )
114. Lambang Gerakan Pramuka adalah( Shiluoet Tuna Kelapa )
115. Pertemuan Besar Pramuka Penggalang disebut( Jambore )
116. Tri Satya berarti ( Tiga Janji )
117. Tri Satya kedua berbunyi( Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat)
118. Kode etik atau kode kehormatan Pramuka Penggalang adalah(Tri Satya dan Dasa Dharma)
119. Dasa Dharma ke-8 berbunyi( Disiplin, berani dan, Setia )
120. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan adalah bunyi Dasa Dharma ke( 10 )
121. Perindukan Siaga beranggotakan anak usia …..sampai dengan… ( 7 – 10 tahun )
122. Pasukan Penggalang beranggotakan anak usia ….sampai denga…( 11 - 15 tahun )
123. Ambalan Penegak beranggotakan anak usia ….sampai dengan…..( 16 – 21 tahun )
124. Salam Pramuka yang digunakan dalam setiap pertemuan disebut salam..( Salam biasa )
125. Salam Pramuka yang digunakan dalam suatu upacara disebut( Salam hormat )
126. Salam Pramuka yang digunakan untuk menghormati pramuka yang sedang mengucap janji disebut salam(salam Janji)
127. Urutan Tingkt Kecakapan Umum Pramuka Siaga adalah( Mula, Tata, Bantu )
128. Urutan Tingkat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang adalah...( Ramu, Rakit, Terap )
129. Urutan Tingkat Kecakapan Umum Pramuka Penegak adalah…( Bantara, Laksana )
130. Ketua Majelis Pembimbing Ranting adalah( Camat )
131. Ketua Majelis Pembimbing Cabang adalah ( Walikota / Bupati )
132. Ketua Majelis Pembimbing Daerah adalah ( Gubernur )
133. Ketua Majelis Pembimbing Nasional adalah( Presiden )
134. Nama Perindukan Siaga menggunakan nama(Warna)
135. Nama Pasukan Penggalang menggunakan nama(Bunga dan Hewan)
136. Nama Ambalan Penegak menggunakan nama( Pahlawan )
137. Pencipta lambang Gerakan Pramuka adalah(Soenardjo Atmodipuro)
138. Sebutkan 3 Sistem Among Gerakan Pramuka ?(Ing ngarso sung tulodo, maksudnya di depan menjadi teladan.Ing madya mangun karso, maksudnya di tengah membangun kemauan.
Tut wuri handayani, maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik kea rah kemandiriaan.)
139. Sebutkan 11 Satuan Karya Pramuka ?(Bahari=kelautan,Bhakti Husada=kesehatan,Bhayangkara=kepolisian, Dirgantara=keudaraan,Kencana=kependudukan,Taruna Bumi=pertanian,Wanabakti=kehutanan, Wirakartika=belanegara,Widya Budaya Bakti=Pendidikan,Pariwisata=Pariwisata,Kalpataru=Kebersihan)
140. Sebutkan 5 Tanda Pengenal Gerakan Pramuka ?(Tanda Umum,Tanda Satuan,Tanda Jabatan,Tanda Kecakapan,Tanda Kehormatan)
141. Apa Yang Dimaksud Dengan IMPESSA ?(Serigala Yang Tidak Pernah Tidur)
142. Dimana Dan Tanggal Berapa Baden Powell Dilahirkan ?(London, Inggris, 22 Februari 1857)
143. Dimana Dan Tanggal Berapa Baden Powell Meninggal ?(Nyeri, Kenya, 8 Januari 1941)
144. Sudah Berapa Kali Jambore Dunia Dan Nasional Dilaksanakan ?(Dunia 22 Kali,Indonesia 9 Kali.)
145. Sebutkan Tingkatan TKU Siaga, Penggalang, Dan Penegak ?( Siaga : Mula,Bantu,Tata. Penggalang :Ramu, Rakit,Terap. Penegak :Bantara,Laksana)
146. Sebutkan 3 Tingkatan TKK ?( Purwa, Madya, Utama.)
147. Sebutkan 5 Warna Golongan Beserta Bidangnya Dalam TKK ?( PUTIH, KUNING, HIJAU, BIRU, MERAH.)
148. berapakah tinggi stock dalam pramuka(160 cm)
149. berapakah lebar stock dalam pramuka(5 cm)
150. apa yang dimaksud EENGONYAMA(Dia Adalah Singa!!)
151. bidang apa saja yang termasuk dalam TKK berwarna merah(Patriotisme dan seni budaya)
152. bidang apa saja yang termasuk dalam TKK berwarna hijau (Keterampilan Dan Pembangunan)
153. bidang apa saja yang termasuk dalam TKK berwarna putih(Ketangkasan Dan Kesehatan)
154. bidang apa saja yang termasuk dalam TKK berwarna biru(Sosial,Kemanusiaan,Gotong Royong,Ketertiban Masyarakat,Perdamaian Dunia,Lingkungan Hidup)
155. bidang apa saja yang termasuk dalam TKK berwarna kuning(Agama,Mental,Moral)
156. sebutkan nama kelompok untuk satuan siaga(Barung)
157. sebutkan nama kelompok untuk satuan penggalang(Regu)
158. sebutkan nama kelompok untuk satuan penegak (Sangga)
159. sebutkan nama kelompok untuk satuan pandega(Racana)
160. siapa bapak pramuka Indonesia(Sri Sultan Hamengkubuwono IX)
161.dimana dan kapan bapak pramuka Indonesia lahir(Yogyakarta,12 April 1912
162.dimana dan kapak bapak pramuka Indonesia meninggal(Washington DC,2 Oktober 1988)
163. apa organisasi kepanduan putri internasional(WAGGGS)
164. siapa yang mendirikan WAGGGS(Agnes Baden Powell)
165.apa kepanjangan dari WAGGGS(World Association Of Girl Guides And Girl Scout)
166.pada tahun berapa kepanduan penggalang berdiri(1908)
167.buku apa yang menginspirasi berdirinya kepanduan penggalang(Scouting For Boys)
168.siapa yang menulis buku scouting for boys(baden powell)
169.penerbit apa yang menerbitkan buku scouting for boys(Horace Cox,Windsor House,Bream’s Building,London E.C)
170.pada tahun berapa kepanduan siaga berdiri(1916)
171.Buku apa yang menginspirasi berdirinya kepanduan siaga(The Jungle Book)
172.siapa yang menulis buku the jungle book(Rudyard Kipling)
173.pada tahun berapa kepanduan penegak berdiri(1918)
174.buku apa yang menginspirasi berdirinya kepanduan penegak(Rovering To Success)
175.siapa yang menulis buku rovering to success(baden powell)
176.berapa lama baden powell menulis buku untuk para Pembina(5 tahun)
177.dari tahun berapakah baden powell menulis buku untuk para Pembina(dari 1914 sampai 1919)
178.apa arti semboyan ing ngarso sung tulodo(di depan memberi teladan),
179.apa arti semboyan ing madya mangun karso(di tengah ikut membangun/melaksanakan)
180.apa arti semboyan tut wuri handayani(di belakang ikut memberi dorongan/bantuan kearah kemandirian)
181.apa tingkatan tertinggi dalam semua golongan pramuka(pramuka garuda)
182.bagaimana cara mengirimkan titik melalui bendera morse(bendera diputar membuat angka 8 di atas kepala
183.bagaimana cara mengirimkan garis melaui bendera morse(bendera diputar membuat angka 8 dari atas ke bawah)
184.peta apakah yang ada dalam syarat SKU penggalang terap(Peta Pita)
185.bagaimana sistematika peta pita(nomor,waktu,laporan,jarak,arah,kiri,kanan,keterangan)
186.sebutkan macam-macam peta dalam pramuka(peta pita,peta lokasi,peta lapangan,peta perjalanan)
187.peta pita dibuat dengan arah dari(bawah ke atas)
188.kepala tongkat pramuka disebut juga(totem)
189.apa kepanjangan dari KIM(Kemampuan Indra Manusia)
190.siapakah nama anak seorang sersan resimen irlandia yang sangat cerdas yang kemudian dianalogikan menjadi Kemampuan Indra Manusia /KIM(Kimball O’Hara)
191.sebutkan tingkatan pendidik dalam pramuka(Pembina,pelatih,pamong,instruktur)
192.sebutkan tingkatan satuan pendidikan dalam pramuka(gugus depan,pusat pendidikan dan latihan)
193.siapa pramuka utama di Indonesia(Presiden RI)
194.sebutkan sifat gerakan pramuka(Mandiri,Sukarela,Nonpolitis)
195.sebutkan tingkatan satuan organisasi gerakan pramuka(Gugus Depan,Kwartir)
196.Undang-undang nomor berapakah yang membahas tentang gerakan pramuka(UU No.12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka)
197.apakah slogan pandu siaga(we will do our best!!)
198.TKK apakah yang baru masuk menjadi TKK wajib(TKK Berenang)
199.Apa dasar penggunaan TKK wajib(Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus,Keputusan No.134/KN/76 Tahun 1976 dan No.132 Tahun 1979.)
200. Berapa usia untuk anggota penggalang(11-15 thn)
201. Syarat kecakapan khusus bagi penggalang terbagi menbjadi berapa(Tiga)
202. Gunanya untuk menyambung seuatas tali yang sama besar(Simpul anyam berganda)
203. Berdirinya gerakan pramuka diatur oleh kepres RI nomer dan tahun berapa(Nomer 238 tahun1961)
204. Adalah ukuran bendera semaphore(45 cm X 45 cm)
205. Siapakah bapak Pramuka Indonesia(Sri Sultan HB 9)
206. Jumlah minimal TKK yang harus dimiliki oleh anggota pramuka penggalang garuda(10 TKK)
207. Panjang tongkat penggalang berukuran(160 Cm)
208. Siapkah pencipta lagu himne pramuka(H. Muntahar)
209. Tanda pemimpin regu berupa pita jarur berukuran berapa(Panjang 5 Cm Lebar 7 Cm)
210. Gerakan pramuka adalah salah satu badan penyelenggara pendidikan kepanduan yang disyahkan oleh pejabat RI pada tanggal(20 Mei 1961)
211. Tanda jabatan pramuka berbentuk roda kemudi dengan sepuluh buah pegangan memberi arti bahwa setiap pengurusnya bertugas mengemudikan roda organisasi(Dewan Kerja)
212. Dasar penggunaan lambang Negara(UU No.43 Tahun 1958)
213. Pada lambing pramuka garuda terdapat pita yang bertuliskan(Setia Siap sedia)
214. Setiap anggota pramuka harus mempunyai satu kata, hati dan satu sikap mempertahahkan tanah airnya dan menjujung tinggi derajat bangsanya sesuai dengan darma yang ke berapa(Tiga)
215. Merupakan upaya untuk mengembangkan bakat minat dan kemampuan keterampilan dan pengalaman dalam berbagai bidang kejuruan(Saka)
216. Adalah yang memimpin upacara pembukaan dan penutupan latihan penegak(Pradana)
217. Sesuai dengan lampiran I Kepres RI nomer 448 tahun 1961 ketabahan kesetian dan ketekunan dilambang kan dengan warna(Biru Tua)
218. Pencipta lagu Syukur(H.Muntahar)
219. Adalah peberdayaan GP yang dilakukan secara sistematis bekelanjutan dan terencana untuk lebih meningkatkanperan fungsi dan tugas pokok gerakan pramuka serta memperkokoh eksistensi GP adalah(Revitalisasi GP)
220. Gugus depan harus melapor dan daftar ulang kepada kwarcab melalui kwaran berapa tahun sekali(Satu tahun sekali)
221. Yang wajib membuat juklak dan dan petunjuk penyelenggaraan serendah rendahnya dikeluarkan oleh(Kwarcab)
222. Berapa ukuran bendera gugus depan(135 cm x 90 cm)
223. Gambaran yang mendasari suatu kegiatan yang dikemas dengan bersumber pada sejarah pwerjuangan dan budaya bangsa(Kiasan Dasar)
224. Proses pendidikan diluar sekolah dalam bentulk kegiatan menarik dialam terbuka sebagai pembentukan watak adalah(Pengertian Kepramukaan)
225. Bapak Pramuka Indonesia lahir pada tanggal berapa(Yogyakarta, 12 April 1912)
226. Dikota mana bapak pramuka meninggal(Washington DC)
227. Tahun Berapa beliau diangkat menjadi wakil Presiden RI(1973-1978)
228. Apa arti kompas dalam logo WOSM(Melambangkan suatu peringatan bagi Pandu/ Pramuka agar selalu berbuat kebenaran dan dapat dipercaya seperti fungsi kompas, serta tetap menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.)
229. Sebutkan motto WAGGGs(Sedia)
230. Tahun berapa GP Keluar dari WAGGS(2001)
231. Tanggal berapa hari pramuka diperingati(14 Agustus)
232. Singkatan dari apa KMD(Kursus Mahir dasar)
233. Para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut(HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA)
234. Organisasi kepanduan dibawa oleh orang Belanda ke Indonesia dengan nama( NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda)
235. K.H. Agus Salim menggunakan nama apa untuk mengganti Padvideri(Pandu)
236. Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh(Ir Djuanda)
237. Suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut disebut(Aba-aba)
238. Berapa panjang dan tempo untuk gerakan langkah tegap pada latihan PBB(65 Cm 120 tempo tiap menit)
239. Robert Stephenson Smyth lahir pada tanggal(22 Februari 1857)
240. pangkat terakhir yang di miliki Baden Powel ketika pensiun dari kemiliterannya adalah(Letnan Jenderal)
241. Siapa nama Istri Baden Powel(Olave St. Clair Soames)
242. Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di mana(Nyeri, Kenya, Afrika)
243. Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama (Girl Guides)
244. Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul(Scouting For Boys)
245. Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di(Olympia Hall, London)
246. Siapa nama Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Azrul Azwar)
247. SK Kwarnas Nomor : 226 Tahun 2007 tentang (Seragam Pramuka)
248. Sebanyak 40 ribu anggota Pramuka dari seluruh dunia, 300 orang diantaranya dari Indonesia, sejak pukul enam pagi Rabu berkumpul di tribune utama bumi perkemahan Hylands Parks, Chelmsport, mengikuti acara "Sunrise Ceremony" memperingati (100 tahun gerakan kepanduan sedunia.)
249. Jambore dunia yang diresmikan Pangeran William itu, urutan kedua setelah sang ayahanda Pangeran Charles menjadi Raja Inggris, berlangsung sejak 28 Juli lalu hingga 8 Agustus dengan tema (One World One Promise)
250. Motto Gerakan Pramuka adalah(SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN)
251. Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut(Satya)
252. Ketentuan Moral yang disebut(Darma)
253. alat bantu untuk menentukan arah mata angin adalah(Kompas)
254. Permukaan kompas di mana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam disebut(Dial)
255. Berapa derajat ketika jarum kompas menunjuk arah timur(90 derajat)
256. Peta yang menggambarkan keadaan suatu daerah dengan range atau sudut pandang tertentu(Panorama)
257. Peta yang menggambarkan keadaan perjalanan yang telah dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya disebut peta(Pita)
258. Peta yang menggambarkan keadaan atau kondisi suatu lapangan dan daerah sekitarnya dalam skala yang lebih kecil disebut(Lapangan)
259. TKU untuk Pramuka Penggalang berbentuk huruf V, dengan sisi pendek 1,3 cm dan sisi panjang kaki 4,5 cm, dan kedua kaki itu membentuk sudut 120 derajat, berwarna dasar merah. Sisi panjang kaki-kaki hurf V itu lurus di dalam kedua kaki huruf V itu terdapat gambar(Manggar)
260. Seorang pakar psikologi di bidang pendidikan, Bob Nelson memiliki triks sistem belajar yang cukup efektif. Dalam bukunya yang berjudul The Complette Problem Solving, beliau memperkenalkan dengan nama MURDER, yang dimaksud disini bukan artinya Seorang Pembunuh, tetapi sebuah singkatan yakni(Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review.)
261. Usia Peserta didik, Anggota Muda dan Dewasa Muda Pramuka Siaga adalah(7-10 Tahun)
262. Usia Peserta didik, Anggota Muda dan Dewasa Muda Pramuka Penggalang adalah(11-15 Tahun)
263. Usia Peserta didik, Anggota Muda dan Dewasa Muda Pramuka Penegak adalah(16-20 Tahun)
264. Usia Peserta didik, Anggota Muda dan Dewasa Muda Pramuka Pandega adalah ( 21-25 Tahun)
265. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia (21 tahun)
266. Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia(17 tahun)
267. Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia(21 tahun)
268. Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia(20 tahun)
269. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia (25 tahun)
270. Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia(23 tahun)
271. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia (28 tahun)
272. Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya(26 tahun)
273. Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia(26 tahun)
274. Keberanian, dinamika, wanita, surya (matahari), kasih saying adalah arti dari warna(Merah)
275. Arti kata praja pada kalimat praja muda karana adalah(Pemuda)
276. Kemurnian, kesucian, kebersiahan dan kewajiban,persahajaan, pria, candra (bulan) arti dari warna(Putih)
277. Kejayaan, kebesaran, keemasan arti dari warna(Kuning)
278. Keagungan, kesejahteraan, kebijaksanaan, kecerdasan arti dari warna(Hijau)
279. Daratan, kemakmuran, keta’atan, taqwa arti dari warna(Biru)
280. Laut, kesetiaan, ketekunan, ketabahan arti dari warna(Biru Tua)
281. Kedalaman, kesungguh-sungguhan arti dari warna(Hitam)
282. jenis warna dan arti warna dalam pramuka diatur dalam(Kepres RI No. 448 tahun 1961)
283. Satuan terkecil dalam Siaga disebut (Barung)
284. Satuan terkecil dalam Penegak disebut( Sangga)
285. Satuan dalam Pandega disebut (Racana)
286. Bila diperlukan pandega dapat dibentuk kedalam satuan terkecil yang disebut(Reka)
287. Suatu kesatuan organic dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka sebagai peserta didik dan pembina Pramuka, serta berfungsi sebagai pangkalan keanggotaan peserta didik disebut(Gugus Depan)
288. Tongkat Pramuka dapat terbuat dari bambu atau kayu dengan ukuran panjang 160 cm dan diameter(5 cm)
289. Sistem panggilan Kakak- Adik ini telah diatur dengan Dasar : SK Kwarnas Nomor(137 Tahun 1987 tentang Penyempurnaan PP Gudep Gerakan Pramuka)
290. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 1974 – 1978(Letjen Sarbini)
291. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 1978 – 1993(Letjen Mashudi)
292. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 1993- 1998 (Letjen Himawan Sutanto)
293. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 1998 - 2003 (Letjen Riai Harahap)
294. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2003 – sekarang(Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH)
295. Untuk pertama kalinya, bumi perkemahan yang kemudian dinamai Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur itu, digunakan untuk arena Jambore Nasional (Jamnas) pertama pada tahun(1973)
296. WOSM adalah organisasi induk dari organisasi-organisasi kepanduan di seluruh dunia merupakan singkatan dari(World Organization of Scout Movement)
297. Satu-satunya tokoh Gerakan Pramuka Indonesia yang pernah dipercaya memimpin Komite Kepanduan Asia-Pasifik adalah(Azis Saleh)
298. Siapakah pencipta bayangan tunas kelapa(Sunarjo Atmodipuro)
299. Siapakah yang menemukan sandi morse(Samuel Finley Breese Morse)
300. Bumi perkemahan Cibubur teletak di daerah Jakarta(Timur)
301. Siapakah ka. Kwarnas kita sekarang (Adhyaksa Dault)
302. Sebutkan Saka yang baru terbentuk(Pariwisata, Widya Budaya Bakti, Kalpataru)
303. Ada berapa Saka yang ada di Indonesia saat ini (11 Saka)
304. Sk. Kwarnas nomor berapa yang mengatur tentang Saka Pariwisata(Sk. Kwarnas no. 078 dan 080 tentang saka pariwisata tahun 2014)
305. Saka Pariwisata bergerak di bidang(Pariwisata)
306.Saka Widya Budaya Bakti bergerak di bidang(Pendidikan)
307.Misi utama dari Saka Widya Budaya Bakti adalah(Memberantas buta aksara)
308.Kementerian yang menanungi Saka Widya Budaya Bakti adalah(Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
309.Saka Kalpataru bergerak di bidang(Kebersihan)
310.Siapakah nama panggilan bapak pandu sedunia(Robert Stephenson)
311.Apakah kepanjangan dari muspanitera(Musyawarah pramuka penegak dan pramuka pandega puteri putra)
312.Raimuna Daerah provinsi kepri tahun 2014 dilksanakan pada tanggal(30 november-4 desember)
313.Kemah budaya nasional pernah dilaksanakan di provinsi kepri yaitu di kota(Bintan)
314.MTQ Nasional pernah dilaksanakan di provinsi kepri yaitu di kota(Batam)

Sabtu, 11 November 2017

PRAJURIT


Jalan hidupmu adalah pilihan.
Tak perlu cemas dengan hari esokmu yang belum tentu.
Lalui saja hari ini dengan sabar hingga datang malam buatmu.
Engkau tak perlu mendambakan dunia yang serba neka.
Cukuplah merasa bahagia bila engkau mampu bertahan dengan beratnya kehidupan.

Engkau telah menukar masa remajamu yang penuh canda tawa,
Dengan perjuangan, ketabahan, dan keprihatinan yang mendalam.

Engkau tak bisa memiliki banyak harta,
Walaupun kecerdasanmu memungkinkannya.
Tak perlu merasa rendah diri bila engkau tak bisa bercerita tentang mobil-mobil yang ingin engkau miliki.
Karena bis atau truk cukup mengantarkanmu ke tempat yang ingin kau tuju.

Tak usah merasa kurang pengetahuan bila engkau tak tahu di mana tempat makan yang enak-enak, kafe-kafe dan resto-resto.
Karena makan hanyalah untuk membuatmu kuat berdiri dan berlari.
Walaupun makan siang dan malammu adalah nasi yang di masak dini hari.
Berbahagialah bila engkau mampu puasa, menahan diri di antara rekan-rekanmu yang berpesta -pora tiap hari.

Tak usah merasa penasaran bila engkau tak pernah merasakan nyamannya tidur di kamar hotel-hotel.
Bukankah engkau sering terlelap bila kau dapati rindangnya pohon atau tenda yang engkau dirikan?

Bila engkau tak memiliki bekal uang dalam sakumu, tetaplah percaya diri.
Bukankah udara, air dan matahari masih disediakan gratis buatmu?
Engkau tak perlu kehilangan senyum ceria.

Bila engkau tak sempat bertamasya melihat indahnya negeri dengan pesawat-pesawat,
Tak usah cemas, karena kamu akan mendapatkan pengalaman luar biasa dengan pesawat angkut yang kau tinggalkan saat pesawat itu masih di awan.
Bukankah engkau akan senang tak terkira bila payungmu terbuka dan engkau selamat ketika menginjakan kaki di tanah?

Bila hingar bingar dunia telah mereda, sering-seringlah engkau terjaga.
Dingin malam yang menembus sepatu, jaket dan topi bajamu, tak perlu membuat hatimu beku.
Peluk saja senjatamu dengan harapan….
Ketahuilah jawaban: “ Mengapa engkau lakukan semua ini…”

Bila engkau selesai melaksanakan tugas di tempat yang jauh, dan pulang membawa banyak luka.
Tidak usah merasa kecewa bila di bandara atau di stasiun tak ada yang menjemputmu, apalagi mengalungi bunga.
Kau boleh melenggang pulang dengan ransel dan pikulan barangmu.
Di perjalanan kau akan merasa cukup berarti, bila ada seseorang yang menantimu dengan kerinduan.

Bila engkau berhasil berbuat sesuatu dengan baik, tapi tidak dipuji…
Janganlah engkau berkecil hati.
Dan bila engkau melakukan sedikit kesalahan…, caci maki tak usah membuatmu sakit hati.
Milikilah perasaan yang lapang, lembut dan mesra,
berusahalah mempunyai sifat yang terpuji.


Jangan lupa engkau juga harus pandai memilih tempat berdiri,
Tempatmu bukanlah di tengah orang kaya, orang licik dan tamak,
Sebab mereka akan membeli jiwa besarmu dengan harga yang tidak seberapa.

Akrablah dengan orang kebanyakan, orang yang hidupnya prihatin, miskin dan papa.
Bila keadaan memaksamu untuk memilih, pilihlah tempat bersama mereka,
Gunakan tenaga dan budi baikmu, tanpa mengharap balas jasa ataupun sekedar ucapan terimakasih.
Semoga mereka akan berdo’a untuk kesejahteraan hidupmu.

Bila perjalanan hidup telah berakhir…, dan engkau temui kematian.
Jangan bersedih bila engkau dimakamkan di tanah sepi, yang tak pernah di kunjungi lagi.
Semoga dosamu diampuni dan amal baik menjadi penghiburmu.

Tetapi bila engkau sedikit beruntung…
Penguburan jasadmu akan di upacarakan…
Atasan, rekan dan bawahanmu,  akan memberi penghormatan kebesaran buatmu….
Kisah hidupmu akan di bacakan….
Dan….peti matimu akan diselimuti kain berwarna…
Kain bendera yang selama hidup engkau bela....

Selamat Hari Pahlawan.

Jumat, 01 September 2017

"4 Tipe Manusia Dalam Menghadapi Tekanan Hidup"


"Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk terus bertumbuh"
- John Gray -

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan.
Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko.
Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini
dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan
perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan. Nah, tekanan itu
sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan
bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan
ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, TIPE KAYU RAPUH.
Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya.
Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Sedikit
kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak
berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini
perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cocoon
generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang
menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan.
Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega.
Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan
kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, TIPE LEMPENG BESI.
Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya.
Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar
dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak
dalam kondisi berlarut-larut. Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang
masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, TIPE KAPAS.
Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan hidup datang, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, TIPE MANUSIA PEGAS.
Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan
tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan sifat pegas. Saat ditekan, justru akan semakin berat karena menyimpan energi potensial ke atas dengan lebih dahsyat dan ketika melenting, dia akan melenting semakin tinggi sesuai besarnya tekanan yang menekannya.

Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya. Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang Medical Representatives sebuah perusahaan farmasi yang performance-nya bagus sekali. Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut.
Malahan, ia berusaha membangun network, mengubah cara kerja, dan
membereskan organisasi. Dalam 3 bulan bekerja di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales nasional.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan sardine dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya. Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti "The Double" dan "Notes of
The Dead". Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis ; dimana "A Comrade Paper Blanket" menjadi buah karya kondangnya. Ia juga menjadi seorang ahli perang gerilya yang memimpin perlawanan terhadap pasukan pendudukan Perancis dan Amerika yang lebih terlatih dan lebih modern persenjataannya. Akhirnya Paman Ho menjadi Kepala Negara Vietnam.

Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang
adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda ? Bagaimana reaksi Anda ? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level pegas. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda.

Selamat berjuang, dan sukses mencapai impian

Michael Antony Ugiono

Rabu, 30 Agustus 2017

*BUNUH DIRI MASAL PERGURUAN TINGGI*

*MENUJU PENDIDIKAN ASEMBLING*

SUDARYONO
Kompas 29 Agustus 2017

Akhir-akhir ini di media sosial sedang hangat didiskusikan dan diperdebatkan perihal universities disruption yang dipicu artikel _Jim Clifton, ”Universities: Disruption is Coming”._
Isinya secara garis besar mempertanyakan dan mengkhawatirkan peran masa depan pendidikan tinggi dalam menyuplai tenaga kerja industri di dunia.

Pemicu ditulisnya artikel tersebut adalah *iklan Google dan Ernst & Young* yang akan menggaji siapa pun yang bisa bekerja dengannya *tanpa harus memiliki ijazah apa pun,* termasuk ijazah dari perguruan tinggi (PT).

Iklan dari Google dan Ernst & Young tersebut seperti halilintar di siang bolong.

Ia mengejutkan dan menyambar *kemapanan yang telah dinikmati oleh PT di seluruh dunia* dalam perannya sebagai *penyuplai tenaga ahli, hasil riset, dan pemikiran-pemikiran yang dibutuhkan dunia industri.*

Namun, peran penting PT saat ini seakan telah dinihilkan oleh Google dan Ernst & Young, yang sebentar lagi barangkali diikuti oleh perusahaan-perusahaan raksasa dunia yang lain.
Lonceng kematian PT seakan telah didentangkan oleh kedua perusahaan raksasa tersebut, menyusul artikel yang ditulis oleh _Terry Eagleton, berjudul ”The Slow Death of the University” (2015)._

Artikel Eagleton memberikan gambaran bahwa PT sedang melakukan bunuh diri massal melalui pengabaian pada tugas utamanya, yakni ”pendidikan”, karena telah bergeser lebih mengutamakan ”riset dan publikasi”. Lebih menyedihkan lagi, tradisi hubungan dosen dan mahasiswa yang seharusnya berbasis ”guru dan siswa” telah bergeser menjadi ”manager dan pelanggan”.
Khusus di Indonesia, fenomena bunuh diri massal ini ditambahkan oleh keluhan bahwa para dosen saat ini lebih mementingkan meng-updateLKD (laporan kinerja dosen) karena berkaitan dengan tunjangan kinerja dosen daripada meng-update materi kuliah yang diampunya.

Pertanyaan menarik untuk diajukan adalah apakah eksistensi pendidikan tinggi akan segera berakhir ataukah tetap akan ada tetapi arahnya akan berbelok tajam tidak mengikuti garis linier lagi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kiranya perlu:

(1) melihat lagi ke belakang sejarah kaitan antara pengetahuan, sains, dan teknologi;

(2) tahap-tahap perkembangannya;

(3) esensi dan sifat dasar kaitan ketiganya dalam perspektif kekinian; dan

(4) pengaruhnya pada arah pendidikan tinggi kita di masa depan.

Sejak kelahirannya pada abad ke-17, sains modern telah melahirkan tradisi berpikir yang mengikuti garis linier hubungan antara pengetahuan, sains, dan teknologi. Pengetahuan adalah basis dibangunnya premis-premis atau dalil-dalil umum sains, yang untuk selanjutnya sains akan berperan sebagai ibu kandung dari kelahiran teknologi.
Pengetahuan tentang benda-benda di langit yang didasarkan pada pengamatan yang berulang, pada akhirnya telah melahirkan prinsip-prinsip serta dalil-dalil di bidang sains. Kemudian disusul oleh terciptanya peralatan-peralatan yang mampu digunakan untuk membuktikan dengan akurat hipotesis yang dibangun oleh abstraksi sains.
Pendek kata, keberadaan dan perilaku-perilaku alam merupakan sumber berpikir atau guru bagi terbangunnya pengetahuan manusia. Kelak di kemudian hari, pengetahuan tersebut dapat digeneralisasi dalam formula-formula yang dapat menuntun manusia untuk menciptakan alat-alat bantu yang dapat memudahkannya melakukan kegiatan-kegiatan yang sulit dan rumit.

Puncak dari tradisi berpikir yang mengikuti garis linier ini adalah masa yang disebut dalam sejarah sebagai revolusi industri, yang usianya sampai saat ini baru sekitar 200 tahun, tetapi pengaruhnya pada perubahan alam dan perubahan perilaku manusia sungguh sangat luar biasa.

*Perkembangan selanjutnya*

Revolusi industri ternyata bukan saja hasil puncak dari perkembangan sains modern, melainkan juga awal terciptanya alam (buatan) baru. Tradisi cara berpikir manusia kemudian berubah dari linier jadi siklikal karena produk-produk teknologi yang dihasilkan manusia tidak saja hanya dilihat sebagai ”hilir” dari pengetahuan dan sains, tetapi juga sebagai ”hulu” pengetahuan untuk melahirkan sains dan produk-produk teknologi baru.
Pergeseran cara berpikir ini dapat kita kenali dari berubahnya cara berpikir yang semula disebut sebagai discovery menjadi innovation.

Cara berpikir ”inovasi” telah meremas pengetahuan, sains, dan teknologi ke dalam satu genggaman tangan untuk kemudian dibentuk jadi bentukan-bentukan baru yang lebih mudah dipahami, lebih canggih, lebih mudah untuk memudahkan manusia, dan tentu saja lebih memesona.
Namun, yang sangat mengejutkan, ternyata dalam waktu hanya sekitar 15 tahun terakhir ini cara berpikir manusia modern sudah bergeser dari ”inovasi” menjadi ”hiper-inovasi” atau tepatnya ”hiper-siklikal”. Artinya, inovasi tidak lagi sekadar dijalankan di atas ”produk tunggal” untuk menambah nilai kebaruan dari produk tersebut, tetapi inovasi dilakukan di atas ”banyak produk” (multiproduk) untuk dilipat jadi satu produk. Alhasil, ia bukan saja melahirkan nilai kebaruan pada produk lama, melainkan sekaligus melahirkan produk-produk baru atau benda-benda baru yang sebelumnya belum pernah ada.
Cara berpikir seperti ini kemudian melahirkan panggung-panggung perlagaan di dunia industri untuk saling bunuh dan saling mengalahkan.

Akhirnya, kita banyak menyaksikan perusahaan-perusahaan raksasa dunia terjungkal tanpa membuat kesalahan manajemen maupun produksi hanya karena munculnya benda-benda industri baru yang mengambil teritori pasarnya lantaran para pelanggannya dengan sukarela meninggalkan produk-produknya karena dianggap kuno alias tidak gaul lagi. Dalam payung berpikir seperti itu (hiper-inovatif), baik produsen maupun konsumen hidup dalam perlagaan-perlagaan yang sangat ketat, sibuk, dan cepat karena ”kegaulan” produk-produk teknologi saat ini jadi berusia amat pendek.

*Cara berpikir asembling*

Untuk melahirkan benda-benda baru serta jasa-jasa baru tersebut di atas dalam payung berpikir ”hiper-inovasi”, sesungguhnya kita telah mereduksi cara berpikir kita dari discovery ke innovation lalu ke asembling. Cara berpikir yang terakhir ini adalah cara berpikir yang menggunakan ilmu gathuk (Jawa). Meng-gathuk-kan orang yang punya sepeda motor atau mobil dengan orang yang memerlukan jasa transportasi melalui IT. Meng-gathuk-kan orang yang perutnya lapar dengan pemilik produk makanan dengan pemilik sepeda motor yang mau disuruh dengan upah melalui IT. Dengan ”ilmu gathuk”, saat ini banyak orang bisa mendapatkan rezeki tanpa harus bekerja di kantor atau di pasar, dan juga banyak orang malas tetapi punya duit yang dimudahkan.
Saat ini, cara-cara berpikir dengan ”ilmu gathuk” telah tumbuh dengan pesat dan subur serta telah melahirkan karya-karya jasa ataupun produk benda-benda yang sangat nyata dan dibutuhkan oleh masyarakat. Ilmu semacam ini dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa harus memiliki ijazah apa pun, termasuk ijazah dari PT. Cara berpikir seperti inilah barangkali salah satu yang dibaca dan ditangkap Google dan Ernst & Young untuk berani merekrut siapa pun tanpa ijazah apa pun untuk bekerja dengannya.

*Sistem pendidikan asembling*

Atas dasar kondisi seperti itulah barangkali Jim Clifton merasa gelisah dan khawatir akan masa depan eksistensi PT dalam perannya sebagai penyedia tenaga kerja industri. Keahlian ilmu gathuk seperti itu ternyata ”tak pernah” dan ”tak perlu” diajarkan PT. Ilmu seperti itu dapat dipelajari siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.
Kekhawatiran Jim Clifton barangkali ”sangat berguna” untuk mendefinisikan ulang peran pendidikan tinggi dalam perubahan-perubahan alam dan kehidupan manusia di masa depan. Paling tidak, ada dua arus utama pendidikan tinggi yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.

*Pertama,* pendidikan tinggi yang diselenggarakan atas dasar semangat discovery.

Artinya, pendidikan tinggi semacam ini mengorientasikan kegiatannya untuk dapat meraih ”penemuan-penemuan” besar yang berguna bagi perubahan-perubahan kehidupan manusia di masa depan. Riset-risetnya dilakukan atas dasar ”kerja kolektif” untuk diarahkan pada ”penyelesaian masalah-masalah besar” dan ”penemuan-penemuan besar” sehingga PT semacam ini jumlahnya memang harus dibatasi, termasuk jumlah mahasiswanya juga dibatasi pada mereka yang memang memiliki kemampuan dasar luar biasa (melalui seleksi yang ketat). Untuk perguruan tinggi semacam ini, idealnya diselenggarakan atas basis subsidi, dalam arti mahasiswa tidak dipungut biaya alias gratis karena mereka kelak akan jadi pemandu perubahan kehidupan manusia. Setelah lulus mereka tidak dibiarkan mencari pekerjaannya sendiri, tetapi sudah dikaitkan dengan tugas-tugas besar yang harus dilakukan.

*Kedua,* pendidikan tinggi yang diselenggarakan atas semangat berpikir asembling, atau pendidikan yang diselenggarakan untuk melembagakan cara berpikir ”perakit”, sehingga tugas utamanya melahirkan sebanyak-banyaknya tenaga ahli perakit yang sangat dibutuhkan oleh industri.

Pendidikan seperti ini mungkin mirip pendidikan vokasi, tetapi bedanya terletak pada ”cara berpikir” yang luas, melintas disiplin, dan kompetensi yang dihasilkannya mampu melahirkan produk-produk baru, baik berupa barang maupun jasa. Mungkin pendidikan semacam ini tepat disebut ”pendidikan vokasi plus”.
Taiwan, Korea, dan China tampaknya telah memberi perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan semacam ini.
Dengan menyelenggarakan dua arus utama pendidikan tinggi semacam itu (discovery dan asembling), kekhawatiran atas kemungkinan bangkrutnya pendidikan tinggi tidak beralasan lagi. Selain eksistensi pendidikan tinggi tetap dapat dipertahankan, maka pendidikan tinggi dikembalikan lagi perannya sebagai pemandu atau penuntun peradaban manusia, bukannya sebagai pembebek (pengekor) apa saja yang telah dilakukan oleh dunia industri.

_Sudaryono, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada_

Selasa, 22 Agustus 2017

SUNGGUH …. TIDAK MUDAH MENJADI JUNIOR NAMUN LEBIH TIDAK MUDAH LAGI MENJADI SENIOR ( Sebuah kilas balik )

Saya bukan siapa siapa, dan juga buk ( Sebuah kilas balik ) an apa apa. Hanya
seorang lelaki biasa, yang selama 42 tahun berkecimpung
di dunia pegiat alam bebas. Sejak di SMA kelas 2, di umur
17 thn, tepat di tahun 1971, memutuskan untuk memasuki
kelompok pendaki gunung di Cimahi.
Tidak mudah untuk menjadi anggota kelompok Pecinta
alam pendaki gunung saat itu. Umur organisasi yang baru
genap 2 th ( berdiri sejak th 1969 ), belum ada yg cukup
mampu untuk dijadikan instruktur beneran, sehingga kami
melirik pada RPKAD ( sekarang Kopassus) grup 3 di
Batujajar, untuk melatih kami. Jadilah saya dan teman2
seangkatan dilatih tentara elit itu, di tebing tebing citatah,
hutan gn Burangrang, sampai ke barak situ lembang.
Gunung hutan selama 2 minggu penuh, dan 5 hari terahir
melakukan longmarch dalam kondisi survival sepenuhnya.
Saat itu sudah berlalu, seiring waktu angkatan kami
semakin dewasa dalam jam terbang. Gantian tugas sebagai
instruktur dalam pendidikan dan pelatihan dasar
( Diklatdas ) menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya.
Siswa siswi baru bergantian datang angkatan demi
angkatan. Sebagai anggota muda di awal, dan merekapun
berproses menjadi dewasa dalam pengembaraan maupun
operasi-operasi SAR yang kami lakukan.
Sejak awal, perintah komando kami bukan lagi jenis
kalimat perintah seperti “tuan tuan push up 2 seri” (1 seri
10 kali), tapi “tuan-tuan ikuti saya !”, instruktur mengambil
posisi lalu push-up 20 kali bersama sama dengan siswa.
Begitu pula saat senam para, tangan kesamping lalu
kipas-kipaskan spt sayap burung keatas kebawah
sebanyak 1000 kali. Senam kipam didalam air selama 30
menit, merayap, lari pagi, apapun, kata komandonya sama
“tuan-tuan ikuti saya !”.
Artinya bukan hanya siswa, namun instruktur lah yg harus
selalu memberi contoh dan keteladanan. Saat siswa
terlambat masuk kelas, instruktur bersama siswa yg telat
push up 20 kali. Jika kemudian muncul lagi siswa lain yg
telat, sama dihukum bersama push up 20 kali, jika muncul
yg ketiga, keempat, dst. Setiap siswa yg telat hanya push
up 20 kali, namun instruktur bisa push up 40 sampai 100
kali membarengi mereka.
Ketika kami melatih free-climbing di tebing 48 m di citatah.
Di jaman itu artificial climbing belum populer karena
terbatasnya sarana. Para siswa bergelayutan di tebing,
semua tegang berdebar, namun yg paling tegang justru
sang instruktur. Pernah pada sebuah angkatan, saat siswa
masih di tebing, hujan tiba tiba turun, bersukur tak terjadi
kecelakaan apapun. Saat latihan ini selesai wajah yang
paling lega adalah sang instruktur.
Para siswa lulus dari pendidikan dasar, dan dilanjutkan
pada tugas pengembaraan, untuk mendapatkan nomor
induk anggota. Mereka dilepas dari sekretariat untuk
memulai perjalanan yang telah dirancang jadwalnya. Hari
demi hari menunggu berita dari para junior ini. Apakah
mereka selamat ?, apakah mereka menghadapi hambatan
diperjalanan ?, apakah mereka tersesat saat pulang atau
turun gunung ?. Waktu itu komunikasi belum seperti
sekarang, bahkan telp rumah pun masih merupakan
kemewahan. Maka penantian itu betul betul menguras
mental dan emosi.
Sering sekelebat muncul pikiran buruk, jangan jangan para
junior ini tersesat di perjalanan dan masuk ke lembah. Lalu
kehabisan makanan, sehingga terpaksa survival. Namun
jika mereka dalam kondisi basah, maka dengan mudah
hipotermia menyergap mereka. Jika gigilan mereka hilang,
lalu tertidur…. Habislah sudah, mereka akan kembali
terbungkus dalam kantung-kantung mayat.
Jika situasi yang terburuk itu terjadi, kalimat tanya yang
pertama kali keluar adalah “ apakah aku telah cukup
melatih dan mendidik mereka ?”. Pertanyaan yang terus
menerus menggedor di kepala, bertalu talu menyakitkan.
Pernahkah rasa kasihanku saat latihan membuat mereka
lalai dalam belajar dan berlatih ?. Apakah metodaku
terlampau lembek, sehingga mereka menganggap enteng
pelajaran tentang cara bertahan hidup ?. Jika “ya” lalu
bagaimana pertanggung-jawabanku dalam pengadilan di
akhirat kelak ?.
Mereka bisa terbunuh di alam sana, bukan karena
kesalahan mereka, tapi akibat rasa “kasihan”. Rasa
kasihan sang instruktur yang tidak proporsionalah
pembunuhnya. Menolak berkeringat saat berlatih, namun
menyebabkan berdarah-darah dalam pengembaraan
sebenarnya. Apalagi berujung pada tragedi kematian.
Memang kematian merupakan takdir Illahiah, Namun
tanyalah pada setiap instruktur, sebuah pertanyaan yang
paling esensiel, bagaimana jika ada junior yang mati saat
pengembaraan, hanya karena mereka tidak cukup keras
dalam berlatih ?. Hanya karena sang instruktur takut di cap
melakukan “penganiayaan” pada siswa. Padahal tahu
persis bahaya dan resiko yang akan dihadapi sang junior,
saat melakukan pengembaraan pertama dan
pengembaraan-pengembaraan berikutnya di alam bebas.
Ketika para junior kembali dari pengembaraan, saat sidang
usai dilakukan, saat syal dan nomor induk anggota
diberikan. Mata junior dan sang instruktur berkaca kaca,
seraya berpelukan dalam tangis bahagia. Selamat datang
adik-adikku. Sang Junior paham, “penganiayaan” yang
dialaminya dulu, membuat mereka menjadi tangguh dan
siaga. Membuat mereka paham, bahwa berkeringat bahkan
kadang berdarah-darah saat menjadi siswa, menjadi bekal
berguna ketika berhadapan dengan tantangan alam yang
sesungguhnya.
Bahwa kerasnya hardikan, kerasnya tamparan, ribuan push
up, sit up, squat jump, merupakan bukti “kasih”, agar
dalam setiap pengembaraan, mereka masih mampu
kembali pulang ke keluarganya masing.
….. Agar mereka pulang tidak dalam bungkusan kantung
mayat..!!!.
Para Junior perlahan tumbuh, berganti menjadi senior dan
instruktur instruktur baru untuk angkatan adik adik mereka.
Perasaan ketegangan, kegalauan yang pernah dirasakan
oleh para senior dulu, kini juga mereka rasakan. Betapa
berat memikul arti “pertanggung-jawaban”.
Lantas kesadaran itu muncul. Dulu mereka berfikir betapa
sulitnya untuk menjadi junior, yang habis disuruh suruh dan
di bentak bentak. Namun mereka kini maphum, betapa
lebih tidak mudah lagi menjadi seorang senior dan
instruktur. Hanya karena seorang instruktur harus
mempertanggung-jawabkan semuanya di yaumil akhir,
tepat didepan sang Khalik kelak. Apakah yang
diajarkannya pada para siswa, akan membawa berkah
manfaat atau bahkan sebuah musibah ?.
Sebuah musibah, hanya karena sang instruktur mengumbar
rasa kasihan yang tidak pada tempatnya, sehingga
berujung pada kedukaan …..
Dan juga mudah mudahan
bukan ketika para instruktur mulai melupakan,
bahwa perintah komando yang paling mujarab adalah
…. Tuan tuan , ikuti saya !
Yat lessie

Sabtu, 12 Agustus 2017

Alumni 2017


1. Khasan Rochmad / 2017 / Sastra Indonesia, Universitas Sebelas Maret Surakarta
2. Zainul Abidin / 2017 / Pend. Geografi, Universitas Negeri Jakarta
3. Ianatul Khafidlah / 2017 / Kimia Murni, Universitas Negeri Surabaya
4. Aliyah Rohmiati / 2017 / Syariah dan Hukum, UIN Sunan Ampel Surabaya
5. Feni Dwi Erni Chusainiyah / 2017 /Pend. Sosio Antropologi, Universitas Sebelas Maret Surakarta
6. M. Shamsul Arif / 2017 / Ekonomi Pembangunan, Universitas Airlangga Surabaya
7. Nur Muzdalifah / 2017 / Komunikasi dan Dakwah/ UIN Sunan Ampel Surabaya
8. Ferra Ratna Sari / 2017 / Hukum Tata Negara / UIN Sunan Ampel Surabaya
9. Amalia Sholihah / 2017 / Sains Komunikasi Pengembangan Masyarakat / Institut Pertanian Bogor
10. Eka Hafsari / 2017 / Manajemen, Universitas Gadjah Mada
11. Imam Andi Sahputra / 2017 / Calon Bintara TNI-AD
12. Dita Kharisma Wijayanti / 2017 / Desain Grafis-Animasi, Universitas Brawijaya Malang
13. Siti Mubasyiroh / 2017 / Pend. Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang

Rabu, 02 Agustus 2017

[Gagal SBM]

3 tahun yang lalu. ngebet banget pengen masuk Arsi ITS. SNM pilih Arsi, gak lolos, nangis2 sehari semalem. Gpp, masih ada SBM.
SBM ambil Arsi lagi, gak lolos lagi, nangis2 hampir seminggu. Dari situ aku sadar, terlalu idealis itu salah. apalagi kalo gampang ngikut apa kata orang, alias "Yes"-man. Sedih rasanya inget2 itu.
Sms temen2 sekelas pada keterima dimana. Ada yang di kampus A, B, C dst. Ikut seneng sih waktu itu. Cuma ya tetep nangis juga mengingat nasib diri sendiri yang belum dapet PTN. Ketika temen2 sekelas balik nanya, ya aku jawab apa adanya. wkwk, dan mereka paham banget kalo ambisius sama Arsi ITS, dan gagal, dan yaaah pasti sedih bgt lah ya.
Kebetulan waktu itu bulan ramadhan juga. sambil nahan nangis, aku berangkat tarawih. di tengah2 tarawih rasanya udah nggak nahan lagi. pengen banget nangis pas lagi sujud. akhirnya nggak ikut tarawih sampek abis dan lebih memilih pulang. malu kali ah nangis di tempat rame kek gitu.
tau-tau pas pulang depan rumahku rame. ku kira ada apa. eh ada Ditto, Rembo, Aan, sama Afif.
"Lho rek, kalian ngapain di sini?"
"Sabar ya ris.. kita tau kamu sekarang pasti lagi sedih banget"
Hahaha, petjah deh. nangis, nangis gue.
"Masuk dulu rek" kataku sambil ganti mukenah pake kerudung.

"Jangan nangis ris.. kita disini ada buat kamu"
"Iya ris.. Kita dateng buat nguatin kamu, bukan bikin kamu makin nangis" kata mereka sambil ngepuk-pukin aku.
"Hahaha.. makasih ya rek"
"Aku juga gak lolos SBM koq ris."
"Aku juga masih nunggu pengumuman ATKP ris. kalo gak lolos aku mau masuk pesantren aja"
"Aku juga masih nunggu pengumuman tes TNI,"
Dst.

Sampek akhirnya aku dikasih kesempatan sama bapakku buat daftar D3 ITS. Kalo nggak lolos yaudah, mungkin aku nggak kuliah. karena di swasta itu mahal.
Bismillah, akhirnya aku ngambil : 1. teknik sipil ; 2. teknik kimia ; 3. metrologi instrumentasi. Kalo ada D3 arsi sih dapat dipastikan aku bakal ambil itu lagi. wkwk
Akhirnya pas tes aku berangkat minta anter Afif biar gak nyasar (waktu itu masih woles ya dibonceng cowok, jangan ditiru). Bela-belain dari candi jemput dia ke sukodono, terus berangkat ke ITS, pagi2, sama dia ditungguin di manarul sampek aku selesai tes. Hahaha
Dan qodarullah lolos di pilihan pertama. Sujud syukur deh.. akhirnya jadi kuliah. Hahaha

btw Afif kuliah di UTM, Ditto akhirnya lolos ATKP, Aan HAMPIR lolos tes TNI tapi gak jadi , akhirnya sekarang kerja, Rembo baru kuliah tahun depannya di jurusan Tata Boga dan sekarang kerjaannya bolak-balik ke luar negeri buat belajar kuliner :'

pas udah kuliah di Sipil, kenal sama Owi, temen ITS Online yang anak Arsi. Dia sebel karena 2x SBM gak lolos FKUA :' You know what wi? jurusan "terpaksa"-mu itu jurusan impianku.
dan di sisi lain ada temenku yang kuliah Sipil di kampus lain bilang ke aku kalo aku keren bisa masuk D3 Sipil ITS. Dia udah tes S1, D4, sampek D3 sipilnya ITS gak lolos :'
gini ya hidup? harus pinter-pinter bersyukur. bisa jadi apa yang menurut kita biasa aja, keren di mata orang lain.
"Masuk ITS itu susah, keluarnya juga susah." - pepatah mahasiswa ITS

Sekeras apapun manusia berusaha, tetap Allah yang menentukan.
Mungkin cerita ini gak bisa menyemangati kalian yang gagal SBM. Tapi aku seneng aja, mengingat masih ada banyak hal yang bisa aku syukuri sampai saat ini.
Adalah sahabat-sahabat yang selalu ada buat aku, yang bener-bener udah kayak keluarga sendiri. Orang-orang di sekitarku yang sayang sama aku.

"Awakmu nek butuh opo-opo iku ngomong o ae, gak usah sungkan-sungkan. Kene iki wes koyok dulur.." (Kamu kalo butuh apa-apa itu bilang aja, nggak usah sungkan2. Kita ini udah kayak keluarga..)
Ini kalimat yang sering keluar dari mulut temen2ku SMA. Iya, kita keluarga. Pernah susah seneng bareng. Pernah ketawa dan nangis bareng.
Bukan pacar, bukan gebetan, tapi sahabat yang udah kayak keluarga, yang namanya sering kita sebut dalam sela-sela doa.

Bisa jadi aku lolos ITS juga karena doa dari temen2ku. Bisa jadi juga karena doa-doaku buat mereka. Bisa jadi juga karena aku pernah bantuin mereka. Bisa jadi juga karena mereka sering bantuin aku.

Bahagia itu sederhana. Yuk, saling doain kebaikan buat saudara kita sendiri. Karena doanya akan di-aamiin-kan malaikat dan kembali ke kita lagi. Kalo belum lolos SBM, doain temennya yang lain supaya lolos tes di Perguruan Tinggi atau kampus yang mereka pengenin. biar doanya juga kembali ke kita.
dan jangan memutus tali silaturrahmi. karena itu salah satu hal yang mendatangkan rezeki.

Rabu, 26 Juli 2017

Pemimpin

Pemimpin Yang Lahir Secara Alamiah Berdasarkan *Value System* Yang Terbentuk Dalam Sebuah Proses Dialektika (Revolusi), Akan Melahirkan Sosok Pemimpin Yang Disebut *Respected Leader*.

Pemimpin Yang Muncul Dan Diobitkan Berdasarkan *Price System* Yang Dibentuk Melalui Sebuah Proses *Artificial* Dengan Menggunakan Event Organizer, Lembaga Survey, Televisi Dan Media, Akan Melahirkan Sosok Pemimpin Yang Disebut Sebagai *Popular Leader*.

Respected Leader Berjuang Untuk Mencapai _Visi & Misi_. Popular Leader Berjuang Untuk Mencapai _Posisi & Ambisi._

Respected Leader _Mengendalikan Situasi,_ Popular Leader _Dikendalikan Oleh Situasi._

Respected Leader _Berpikir & Bertindak Untuk Orang Lain_. Popular Leader _Berpikir & Bertindak Untuk Dirinya Sendiri._

Respected Leader _Berkorban Untuk Orang Lain_. Popular Leader, _Membuat Orang Lain Yang Menjadi Korban_.

Respected Leader _Memotivasi Rakyatnya_, Popular Leader _Menipu Rakyatnya._

Respected Leader _Diakui_, Popular Leader _Dipuji_,

Respected Leader Sebagai *Tuntunan & Panutan*. Popular Leader Sebagai *Tontonan & Hiburan.*

Sejak Reformasi, Lahirnya Seorang Pemimpin Ditentukan Berdasarkan *Price System* Dengan Proses Artificial Melalui Team Sukses, Consultant, Event Organizer. Sehingga Pemimpin Yang Terbentuk Adalah *Popular Leader*.

Peran Negara Dalam Membentuk Karakter Pemimpin Digantikan Oleh Peran Pengusaha. Akhirnya Pengusaha Yang Mengatur Penguasa. Akibatnya _Pejabat Menjadi Penjahat Dan Penjahat Menjadi Pejabat._

Pemimpin Itu Berpikir & Bertindak Untuk Orang Lain Tapi Memutuskan Atas Nama Dirinya. Pemimpin Itu _Fungsi_ Bukan _Posisi_, Pemimpin Itu Hanya Satu Dan Pemimpin Itu Seorang Diri.

Pemimpin Itu Adalah Diktator & Otoriter Karena Keputusannya Hanya Satu Dan Hanya Dia Yang Bisa Mengambil Keputusan. *Rakyat Tidak Perduli Apakah Pemimpin Itu Diktator Atau Otoriter, Bagi Rakyat Yang Penting Bahwa Setiap Keputusan Pemimpin Itu Berpihak Pada Rakyat Dan Orang Banyak.*

Sejak Reformasi, Rakyat Selalu Tertipu Dan Salah Dalam Memilih Pemimpin. Tapi Jangan Disalahkan Karena Rakyat Hanya Bisa Menilai Prilaku Pemimpin Dari Televisi, Media Cetak Dan Media Elekronik, Bukan Dari Prilaku Yang Sesungguhnya. Oleh Sebab Itu Diperlukan MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) Sebagai Representasi Rakyat Dalam Memilih Pemimpin. Tetapi Peran MPR Saat Ini Telah Hilang Dan Diganti Dengan 7 Komisioner KPU Yang Dipilih Melalui Voting Di DPR.

Soekarno, Hatta, Soeharto, Soedirman & Sri Sultan HB.IX Adalah Respected Leader Yang Lahir Secara Alamiah Dan Terbentuk Dalam Situasi Revolusioner.

Soekarno & Soeharto Adalah Pemimpin Yang Awal Kepemimpinannya *Dipertanyakan* Kemudian *Dipuji* Akhirnya *Ditentang* Dan Ketika Tidak Berkuasa Lagi, Kepemimpinanya *Diakui* Dan Setelah Mati Sosoknya *Dirindukan*

Popular leader Yang Awal Kepemimpinanya *Di Puja-Puji* Kemudian *Di Ragukan* Kemampuannya, Selanjutnya *Di Tentang*, Karena Masih Juga Tetap Bertahan, Akhirnya Pribadinya *Di Lecehkan, Di Cemooh* Dan Ketika Tidak Berkuasa Lagi, Kepemimpinannya Akan *Di Lupakan Dan Dikubur Dalam-dalam* Sebagai Catatan Sejarah Kelam.

Reformasi Melahirkan Demokrasi Yang Membuat Indonesia Menjadi Bukan *Negara Demokrasi* Tapi Menjadi *Negara Bebas* Karena Atas Nama Demokrasi, Konstitusi Dan Hak Asasi Manusia, Siapapun Termasuk Preman, Pedagang Dan Penjahat Bisa Menjadi Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, Dan Pemimpin Lainnya.

Di Era Orde Lama & Orde Baru, Jika Seseorang Yang Ingin Menjadi Pemimpin, Maka Akan Timbul Beberapa Pertanyaan Yang Bersifat *Value System*:
_Who Are You,!?_
_What Are You,!?_
_Where Are You.!?_. etc..

Di Era Reformasi Jika Seseorang Ingin Menjadi Pemimpin Maka Pertanyaan Yang Timbul Hanya Satu Dan Bersifat *Price System* Yaitu: _*"How Much Do You Have a Money"*_

Perobahan Yang Mendasar Dari Peralihan Orde Lama & Orde Baru Ke Reformasi Adalah Bergesernya System Bernegara Dan Berbangsa, Dari *Value System* Ke *Price System*. Dari *Nilai* Menjadi *Nominal*, Dari Pemimpin Yang *Negarawan* Menjadi Pemimpin *Gerombolan*, Dari Pemimpin *Moral* Menjadi Pemimpin *Kriminal* Dan Dari Pemimpin *Spiritual*Menjadi Pemimpin *Ceremonial*

Rakyatnya Mencari *Kebenaran,* Pemimpinnya Menjawab dengan *Pembenaran.*

Rakyatnya *Mencari Keadilan* Pemimpinnya *Melakukan Kezholiman*

Rakyatnya Diminta Untuk *Membela Negara,* Pemimpinnya *Menjual Negara.*

Rakyatnya Dipaksa *Membayar Pajak.* Pemimpinnya Dengan Leluasa *Merampok Uang Negara.*

Rakyatnya Dipaksa Untuk *Mematuhi Hukum*, Pemimpinnya Dengan Leluasa *Membolak-balikan Hukum.*

Rakyatnya Merindukan Suasana Kehidupan Yang Pancasilais, Pemimpinnya Membubarkan Organisasi Atasnama Pancasila.

Di Era Orde Lama & Orde Baru, Seorang Pemimpin Dinilai Dari *Bibit-Bobot-Bebet.* Di Era Reformasi Seorang Pemimpin Dinilai Dari *Bandar-Backing-Bonek*

Secara Konstitusi, Moral & Etika, Reformasi Telah Membuat Negara Indonesia Menjadi Negara *Tidak Bertuan Dan Tidak Bertuhan* Karena Semua Hal Dinilai Dengan Uang.

Saat Ini, Syarat Untuk Menjadi Pemimpin Yang Sukses Di Indonesia Adalah : 
_Pura-Pura Tidak Tau, Tidak Mau Tau, Tidak Tau Malu Dan Tidak Tau Diri. Berani Bohong Dan Berani Nyolong._

Jika Orde Lama & Orde Baru Mengakibatkan *Korban Jiwa*, Maka Reformasi Mengakibatkan *Korban Sakit Jiwa* Dengan Fenomena Yang Menghasilkan Sosok Pemimpin Dan Masyarakat Yang Gila Jabatan, Gila Pangkat & Attribute, Gila Survey, Gila Presiden, Gila Pencitraan Dan Gila-Gila Yang Lainnya.

*1965 Ibu Pertiwi Hamil Tua - 1998 Ibu Pertiwi Diperkosa - 2017 Ibu Pertiwi Gila*.
#Rsjuntak#

Sabtu, 08 Juli 2017

WASPADAI PENGHAMBAT PRODUKTIFITAS HIDUP

1.Tradisi kehidupan ibadah yang kurang berkualitas sehingga menurunkan mutu kepribadian kita..Sebagai dampaknya kemudian kita mengalami penurunan keyakinan dan optimisme diri, kegigihan dan daya tahan , keberanian dan ketangguhan , ketenamgan dan kejernihan berpikir serta bertindak.

2.Komitmen yang lemah pada peningkatan etoskerja diri yang bisa dicapai  terutama melalui perbaikan kebiasaan berolahraga secara teratur.

3.Kehilangan budaya belajar yang lebih kontemplatif karena terjebak oleh tarikan kebiasaan berlama lama ngobrol di media sosial tentang hal hal yang tidak bersifat memajukan diri ,serta hal hal lain yang tidak bermanfaat

4.Tidak optimal memanfaatkan setiap interaksi dengan orang lain sebagai sarana penambah jaringan kerja produktif yang terpercaya.

5.Rasa puas diri yang membutakan kita terhadap realitas kehidupan yang sudah jauh berubah dan tidak bisa kita hadapi dengan kualitas kompetensi diri yang lama.